Oleh: sham4khilafah | 05/12/2012

Membaca Strategi Militer Pejuang Pembebasan Suriah*

Syaikh Abu Anas | Hingga desember 2012, Revolusi Suriah telah berlangsung selama 20 bulan, korban tewas diperkirakan mencapai lebih dari 40 ribu orang. [1] Jumlah mujahidin pejuang pembebasan yg berperang menggulingkan Bashar al-Assad hingga saat ini terhitung antara 70 ribu hingga 100 ribu orang.[2]

Ada beberapa permasalahan pelik yang dihadapi pejuang pembebasan suriah dan hal ini sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk secara cepat menggulingkan rezim yang berkuasa saat ini. Meskipun militer rezim Assad telah mengalami kemerosotan secara drastis selama 2 tahun terakhir ini, namun mereka masih menyimpan gudang senjata, berupa senjata pemusnah massal (senjata kimia). Rezim teroris ini juga masih bisa mengerahkan angkatan udaranya untuk menggempur para posisi mujahidin pejuang pembebasan dari udara dan bahkan penduduk sipil rakyat suriah yang mendukung revolusi islam dengan kebanyakan berasal dari mazhab sunni.

Dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan permasalahan tersebut, mujahidin pejuang pembebasan harus memilih strategi militer tertentu untuk mengatasi keterbatasan mereka melawan kekuatan rezim Syiah Nushairiyyah, minoritas sempalan dari Syiah yang jelas kekufurannya.[3] Rezim Assad, dengan keterbatasan personel militernya telah membuat pilihan sulit dengan mundur dari daerah pedesaan dan mereka hanya berusaha menguasai kota-kota utama dari provinsi di Suriah. Mujahidin pejuang pembebasan telah menggunakan kelemahan tersebut dengan meluncurkan kampanye perlawanan berkesinambungan pada kota-kota kecil hingga mereka merebut kawasan yang dibebaskan di pinggiran kota-kota besar. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan posisi yang aman dan menguntungkan dimana para mujahidin dapat mempersiapkan pengorganisasian dan pelatihan dalam rangka mendapatkan posisi yg tepat untuk melakukan serangan yang mematikan berikutnya.

 

Di provinsi-provinsi yang terletak di kawasan utara Suriah seperti Aleppo,Idlib, al-Raqqah dan al-Hasakah, dimana mujahidin telah menyapu berbagai daerah dari perbatasan Turki menuju kota-kota utama. Misalnya di Provinsi Idlib, serangan ofensif mujahidin pejuang pembebasan berasal dari bagian utara provinsi Jabil az-Zawiya, tempat dimana mujahidin pejuang pembebasan memiliki basis wilayah yg kuat sejak awal terjadinya revolusi. Setelah berhasil menghancurkan resimen 35 di selatan provinsi Idlib, mujahidin bergerak menuju provinsi Latakia, untuk merebut al-Qardaha, kota kelahiran Assad yang mana merupakan pusat pendukung rezim berkuasa Alawite. Setelah mujahidin pejuang pembebasan berhasil mengkosolidasikan basis aman mereka dikawasan utara Suriah, mereka meluncurkan serangan besar-besaran kearah selatan menuju provinsi Homs untuk membebaskan kota ini dari kepungan tentara Assad dan Shabihah (militan preman pendukung rezim Assad) selanjutnya bergerak menuju Damaskus.

Setelah menyadari kekeliruan taktik dalam menghadapi kekuatan rezim Assad yg menghadang di Baba Amr di provinsi Homs selama bulan Februari 2012, mujahidin pejuang pembebasan kini memilih pendekatan yang tepat sesuai dengan kapasitas mereka seperti taktik hit-and-run dalam perang gerilya. Tujuan dari strategi ini untuk menggempur titik lemah infrastruktur militer rezim melalui penyergapan tertentu hingga dapat menguras sumber daya yang dimiliki militer Assad. Mujahidin pejuang pembebasan berusaha menghancurkan jalur pasokan militer Assad, terutama di kota-kota besar seperti Aleppo, sebuah kawasan utara Suriah dimana terdapat dua jalan utama untuk mencapai Aleppo yaitu M5 dari Damaskus dan M4 dari pantai timur Latakia.

 

Dalam hal ini mujahidin pejuang pembebasan lebih memofokuskan pada  tiga kota utama untuk mengisolasi jalur pasokan tersebut, yaitu di Saraqeb yang terletak pada perempatan kedua jalan raya tersebut, kemudian Ma’arat an-Numan, arah selatan jalan raya M5 dan Ariha, sebelah timur dari jalan raya M4.[4]. Setelah berhasil memotong jalur pasokan tersebut, mujahidin pejuang pembebasan mengepung kota-kota utama dan secara perlahan menyingkirkan genggaman kekuasaan Asad di kota-kota tersebut.

Walaupun komunitas internasional menolak memberikan pejuang pembebasan Suriah senjata anti pesawat untuk menghadapi kekuatan udara mengerikan rezim Assad, mujahidin ini memilih menggunakan sebuah strategi tertentu untuk dapat menghadapi persenjataan tempur Assad. Karena mujahidin pejuang pembebasan tidak dapat melakukan serangan terhadap pesawat jet rezim Assad di udara, mereka melakukan serangan pesawat tersebut ketika sedang diparkir di landasan pacu bandara udara.

map_fsa             mj

Para mujahidin melakukan infiltrasi ke bandara udara dan melakukan pengeboman sehingga berhasil menghancurkan sejumlah pesawat tempur dan helikopter dalam jumlah banyak. Misalnya di provinsi Idlib, mujahidin pejuang pembebasan mengebom bandara udara Taftanaz dan mengepung selama beberapa hari di sekitar bandara udara Abu Dhuhur [5][6]. Di provinsi Dier ez-ZOur, mujahidin pejuang pembebasan melakukan serangan pada bandara udara Hamdan dan juga di bandara internasional Aleppo [7][8].

Dalam capaian terkini, mujahidin pejuang pembebasan berhasil menghancurkan pangkalan udara helicopter strategis Marj As-Sultan [9]. Dengan menggunakan taktik yang sama, mujahidin pejuang pembebasan berhasil menyebabkan ketegangan pada militer Assad dan melakukan banyak sabotase fasilitas militer angkatan udara Assad, hal ini merupakan keberhasilan terbesar Mujahidin Suriah.

fsa

Rezim diktator Bashar al-Assad hingga saat ini masih mempunyai banyak persediaan persenjataan dan amunisi yang dikirim pemerintahan syiah, Iran melalui pengiriman udara melewati kawasan udara Iraq. Sementara itu dukungan masyarakat internasional terhadap mujahidin pejuang pembebasan sangat minim, sehingga mereka harus berupaya mencari sasaran basis militer rezim Assad untuk merebut persediaan persenjataan dan amunisi agar dapat bertahan dalam pertempuran menggulingkan pemerintahan Assad. Dengan cara seperti ini, mujahidin pejuang pembebasan telah berhasil merebut sejumlah besar senapan, amunisi, granad berpelontar roket (RPG-7) dan berbagai senjata ringan lainnya.

Dalam beberapa kesempatan, mujahidin yang mempunyai visi untuk menegakkan kembali negara Kekhilafahan Islam di Suriah ini berhasil merebut senjata mesin berat seperti KPV-14.5mm dan meriam otomatis anti pesawat tipe ZSU-23mm. Keberhasilan terbesar mujahidin adalah tatkala mereka mengepung batalyon militer pertahanan udara, mereka berhasil merebut banyak misil panggul darat ke udara / surface-to-air missile (MANPADS) berupa Igla-1 yang canggih dan S (SA-16/24) dengan kemampuan tembak yang dapat menjatuhkan pesawat jet tempur rezim Assad[10].

Teknik strategi terakhir adalah Damaskus (Ibu Kota Suriah), yang merupakan pusat dan benteng utama rezim Syiah Nushairriyah, dimana Assad telah membentengi kota ini, dan tempat dimana unit elit

militer berada, yaitu Pasukan Garda Pepublik. Mujahidin pejuang pembebasan telah memutuskan untuk melaksanakan serangan mematikan di gedung pusat keamanan dan pada pimpinan pucuk militer untuk melumpuhkan pemerintahan teroris, Assad si leher jerapah. Pada bulan Juli 2012 kemarin, mujahidin pejuang pembebasan telah berhasil menewaskan beberapa pejabat puncak rezim di dalam gedung keamanan nasional di Damaskus.[11]. Dalam suatu serangan ofensif terakhir, mujahidin pejuang pembebasan telah berhaisl menjatuhkan sebuah pesawat jet dan helikopter di Damaskus termasuk berhasil memotong akses jalan utama ke bandara internasional Damaskus.[12].

Hingga Desember 2012, banyak batalion mujahidin pejuang pembebasan di Damaskus dan pinggiran kota bergabung di bawah satu kepemimpinan tunggal dengan nama Majels Ansar al-Islam yang mempunyai ribuan pejuang dengan pusat lokasi di daerah Ghouta, sebelah selatan dan timur kota Damaskus. Dengan demikian,para pejuang perlawanan telah berhasil menetralisir posisi cengkraman strategis rezim Assad dan hal ini menjadikan kemajuan yang berkelanjutan dalam menggeser keseimbangan di dalam medan pertempuran sehingga memungkinkan para mujahidin untuk melakukan serangan besar-besaran di kota Damaskus [Ahmad Hahmzah al-Jawi, diterjemahkan dari Rebel’s Military Strategy oleh Abu Anas ]

* Analisa Politik dalam Homepage Revolusiton Observer | melalui situs http://www.revolutionobserver.com/2012/12/rebels-military-strategy.html%5D. oleh Syaikh  Abu Anas |Twitter : @abuanas1924

:: Catatan Kaki ::

[1] http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5i9rOuTnfmcFfdZJmnIB1nsu28n3g?docId=CNG.08f465f0502f24565a5e31b0b7b8211b.91
[2] http://www.hurriyetdailynews.com/syrian-rebels-too-fragmented-unruly.aspx?pageID=238&nID=29158&NewsCatID=352
[3]http://www.globalmuslim.web.id/2012/11/hti-akidah-syiah-bashar-al-assad-murtad.html
[4] http://www.reuters.com/article/2012/11/02/us-syria-crisis-idUSBRE88J0X720121102
[5] http://www.france24.com/en/20120901-syria-rebels-fsa-target-bashar-al-assad-air-force-conflict-unrest-deir-al-zor-turkey-un
[6] http://www.nytimes.com/2012/09/27/world/middleeast/rebels-make-gains-in-blunting-syrian-air-attacks.html
[7] http://www.guardian.co.uk/world/2012/nov/17/syrian-rebels-capture-military-airport
[8] http://www.nytimes.com/2012/08/18/world/middleeast/Syria.html
[9] http://www.nytimes.com/2012/11/26/world/middleeast/syrian-rebels-said-to-have-seized-military-airport.html
[10] http://www.cnn.com/2012/11/29/world/meast/syria-missiles/
[11] http://www.cnn.com/2012/07/18/world/meast/syria-unrest/index.html
[12] http://www.csmonitor.com/World/Middle-East/2012/1129/Syrian-rebels-cut-off-Damascus-airport-in-critical-step-video
* Image: By Vitaly V. Kuzmin (http://vitalykuzmin.net/?q=node/314) [CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0), via Wikimedia Commons

Responses

  1. Reblogged this on karshellia.

  2. semoga dengan strategi ini khilafah akan eksis kembali…. amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: