Oleh: sham4khilafah | 11/12/2012

Revolusi Suriah & Stretegi Amerika Serikat membendung berdirinya Khilafah

s11/12/2012 | Saat ini pejuang pembebasan suriah telah mencapai keberhasilan yg strategis dalam sebuah pergeseran keseimbangan dalam pertempuran melawan rezim Bashar al-Assad melalui perencanaan militer yg canggih dg didasarkan pada taktik peperangan gerilya. Amerika Serikat (AS) yang merasa khwatir dengan kemampuan militer “pemberontak” dalam melancarkan manuver militer yg serentak dan cepat, sedang mempertimbangkan intervensi militer secara langsung. Hillary Clinton, Sekretaris negara AS mengungkapkan pada tanggal 3 Desember,”kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan suatu tindakan apabila (rezim Bashar menggunakan senjata kimia) benar-benar terjadi”[1]. AS dan negara-negara barat umumnya berusaha menjaga pengaruhnya di Suriah, yang dapat menjamin keterlibatan mereka dalam mengarahkan revolusi menuju hasil yg sesuai dengan kepentingan mereka. Dengan kondisi rezim Assad menjelang keruntuhannya, terdapat 4 kemungkinan yg terjadi atas revolusi ini.

Saat ini ada terdapat banyak perbedaan idiologis pada pemberontak, mulai dari faksi liberal sekuler ekstrim yang menuntut demokrasi model barat hingga kelompok islamist yg menuntut berdirinya negara islam. Atas faksi-faksi tersebut, dapat dikelompokkan menjadi dua kutub spektrum idiologis. Posisi alamiah masyarakat suriah yg konservatif tentu menghendaki Islam pasca lengsernya rezim Assad. Arab Spring telah menunjukkan bahwa disana terdapat sebuah kebangkitan umum dalam dunia Islam, dan mayoritas mereka menuntut Islam dapat memainkan peran yg lebih luas dalam bidang politik. Sebuah kajian yg diselenggarakan oleh PWE Research Center pada bulan Juli 2012 menyebutkan: “Banyak di berbagai kawasan negara-negara yg muslim yg disurvei menginginkan Islam mempunyai pengaruh yg besar dalam bidang percaturan politik”[2]. Kecenderungan ini telah memberikan tempat bagi kelompok islam (islamist) suatu pengaruh yang lebih besar yg mengantarkan mereka dalam tampuk kekuasaan seperti yang terjadi di Tunisia, Mesir dan Libia. Demikian pula yg terjadi pada kelompok Islam di Suriah, seperti gerakan Salafi dan Hizb-ut Tahrir, keduanya menyerukan tegaknya negara Islam, hal ini merupakan kemungkinan hasil revolusi suriah ke-1.

Banyak brigade pejuang pembebasan suriah (FSA) telah menunjukkan dukungan mereka pada tujuan ini dalam berbagai pengumuman mereka di Aleppo, sembari mengkritik koalisi baru sekuler. Kemungkinan II dari revolusi suriah adalaah suatu bentuk negara demokrasi model barat yang diusung oleh faksi sekuler dan Ikhwanul Muslimin (IM). Sejak meledaknya revolusi suriah Maret 2011, AS terus berusaha mempengaruhi para pemberontak untuk menetapkan sebuah kesepakatan bentuk negara ini  (demokrasi) melalui berbagai bentuk  melalui pembentukan dewan yg berbeda di pengasingan yg didukung dan dibantu proses berdirinya.  Pemerintahan Erdogan di Turki memainkan peran kunci dalam menjalankan rencana AS tersebut.  Penolakan berkelanjutan Negara AS untuk memberikan persenjataan perang kepada pemberontak menunjukkan kegagalan rencana ini hingga sekarang ini. Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa mayoritas faksi FSA tidak “menjual” gagasan sebuah negara sekuler.

Upaya lain AS dalam menyatukan para pemberontak di bawah satu kepemimpinan sekuler berupa pembentukan dewan yg diumumkan di Antalya, Turki, Jum’at kemarin tanggal 8 Desember 2012 [3]. Amerika serikat dengan terang-terangan menghendaki bahwa capaian yg menguntungkan bagi Suriah adalah sebuah transisi politik menuju negara sekuler demokrasi model barat, sehingga AS akan terus menggalang upaya apapun menuju harapan tersebut. Karena hasil akhir revolusi ini belum begitu material dan masih banyak pemberontak yang menyerukan sebuah Negara Islam, AS masih mempunyai 2 strategi yg lainnnya. Kemungkinan2 lain terkait revolusi ke-3 adalah, berupa adanya ancaman intervensi militer langsung sebagaimana dikemukakan Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton. AS kemungkinan akan menggunakan NATO sebagai invasi di medan perang, terutama melalui tentara Turki, namun dapat juga memanfaatkan tentara multinasional penjaga perdamaian PBB. Lakhdar  al-Ibrahimi, utusan khusus PBB untuk Suriah, telah menyerukan hal tersebut dalam kerangka stabilisasi Suriah, sebuah rencana yg akhirnya disetujui juru bicara koalisi Suriah Walid al-Bunni[5].

 

d

Tujuan dari kekuatan barat melakukan invasi militer adalah dalam rangka melakukan eliminasi faksi-faksi pejuang pembebasan suriah yg menolak bentuk negara demokrasi sekuler, seperti Jabhat an-Nusrah dan Ahrar al-Sham. Permasalahan dengan rencana ini adalah bahwa AS akan berhadapan sendiri secara langsung dengan rakyat Suriah yang marah dengan diamnya negara barat (saat awal-awal revolusi hingga mujahidin diambang kemenangan) dan berterima kasih kepada faksi-faksi pejuang yang melindungi mereka dri rezim Assad. Harian The New York Times, melaporkan bahwa pada  hari Jum’at, demonstran di beberapa kota di Suriah membentangkan spanduk dengan slogan-slogan seperti, “Tolak intervensi AS, kami semua adalah Jabhat an-Nusrah”[6].

AS mungkin akan mendapati bahwa intervensi militer, adalah mahal baik secara material dan finansial , selain hal tersebut akan makin mendorong masyarakat Suriah lebih mengarahkan dukungannya kepada pejuang Jabhat an-Nusra dan kelompok islami lainnya. Pada akhirnya, AS dengan sendirnya akan mengambil jalan atas bentuk kemungkinan yg terakhir (ke-4) dari hasil revolusi suriah yg diinginkan yaitu berupa pertumpahan darah diantara faksi-faksi FSA, yaitu model pertempuran antar faksi  pejuang seperti yg terjadi di Afghanistan diantara kelompok yg berbeda. AS akan memberikan dukungan terhadap faksi pejuang FSA sekuler dan mensuplai mereka dengan persenjataan dan pendanaan hingga menimbulkan kekerasan dan perang sipil diantara mujahidin yg telah memakan waktu selama dua tahun

seperti ketika mereka mencoba menggulingkan rezim Assad.

AS saat ini sedang membangun “hubungan” dengan faksi-faksi pemberontak untuk sementara melalui camp pelatihan di kawasan selatan Turki dan hal ini secara eksplisit telah diakui oleh salah satu pemberontak dalam faksi sekuler FSA, “Setelah jatuhnya Bashar akan ada banyak pertempuran dalam kelompok pejuang FSA”[6].

dd

Revolusi Suriah saat ini hampir mencapai akhir, berupa kematian rezim Assad, para pemberontak telah menetapkan sebuah rencana masa depan. Sebagai negara yg strategis, Suriah sangat penting bagi kekuatan negara-negara Barat yang memiliki pengaruh atas negeri ini sejak Suriah menjadi negara modern. Apabila tujuan mereka menjadikan negara sekuler tidak tercapai, maka mereka akan siap menerapkan manuver yg berbeda untuk mencegah negara Suriah independen, mungkin dalam bentuk  intervensi militer berdarah-darah atau suatu bentuk perang sipil berkepanjangan. Satu-satunya jalan bagi rakyat Suriah untuk mencegah hasil revolusi yg suram, memenangkan kehendak politik mereka sendiri dan mengamankan kemerdekaan mereka adalah melalui pencapaian sebuah kesepakatan dengan faksi-faksi pejuang pembebasan suriah yg beraneka-beragam.[Hahmzah al-Jawi, diterjemahkan dari Syrian Revolution : Possible Outcome oleh Syaikh Abu Anas ]

*Analisa Politik dalam Homepage Revolusiton Observer | melalui situs http://www.revolutionobserver.com/2012/12/rebels-military-strategy.html%5D. oleh Syaikh  Abu Anas |Twitter : @abuanas1924

Rujukan

 [1] http://www.cnn.com/2012/12/03/world/meast/syria-civil-war/

[2] http://www.pewglobal.org/2012/07/10/chapter-3-role-of-islam-in-politics/

[3] http://www.nytimes.com/2012/12/08/world/middleeast/rebel-groups-in-syria-make-framework-for-military.html

[4] http://www.nytimes.com/2012/11/16/world/middleeast/pentagon-sees-seizing-syria-chemical-arms-as-vast-task.html

[5] http://www.chicagotribune.com/news/sns-rt-us-syria-crisis-peacekeepersbre8b009y-20121201,0,6122358.story

[6] http://www.nytimes.com/2012/12/09/world/middleeast/syrian-rebels-tied-to-al-qaeda-play-key-role-in-war.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: